Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Sculpture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sculpture. Tampilkan semua postingan

Biografi Edhi Sunarso dan karya patungnya

|
Read More »
Karya Patung Edhi Sunarso

Biografi :

Pematung Indonesia yang benama EDHI SUNARSO dilahirkan di Salatiga, pada tanggal 2 Juli 1932. Pematung yang satu ini terkenal dengan karya-karyanya yang dapat dijumpai di berbagai kota di Indonesia.
Edhi Sunarso adalah pematung beberapa monumen dan diorama sejarah. Diantaranya adalah patung Monumen selamat datang di Bundaran Hotel Indonesia dan Diorama Sejarah Monumen Nasional di Jakarta. Edhi Sunarso mendapat penghargaan dari pemerintah dengan dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma atas karya-karyanya.
Selain itu, Edhi Sunarso juga berkiprah di dunia Pendidikan. Sejak 1958 - 1959 ia sudah aktif sebagai staf pengajar pada Akademi Kesenian Surakarta. Ia mengajar pada (STSRI) Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia ASRI Yogyakarta sebagai ketua jurusan Seni Patung. Pada 1967-1981 sebagai tenaga pengajar di (IKIP) Institut Kejuruan Ilmu Pendidikan Negeri Yogyakarta, pada tahun 1968-1984 sebagai pengajar merangkap asisten Ketua Bidang Akademik STSRI/ ISI Yogyakarta, dan sebagai pengajar pada (ISI) Institut Seni Indonesia dan sebagai Sekretaris Senat.
Beberapa Karya Edhi Sunarso antara lain dapat anda lihat dibawah :

Karya Patung Edhi Sunarso

Karya Patung Edhi Sunarso
Monumen Pembebasan Irian Barat Karya Edhi Sunarso

Karya Patung Edhi Sunarso
Monumen Pancasila Sakti
Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya di Jakarta


Karya Patung Edhi Sunarso
Patung Selemat Datang di Jakarta

Karya Patung Edhi Sunarso
Monumen Dirgantara di Jakarta

Karya Patung Edhi Sunarso
Tugu Muda Semarang
Karya Patung Edhi Sunarso
Monumen Gatot Subroto di Surakarta
Karya Patung Edhi Sunarso
Patung Jenderal Ahmad Yani di Bandung
Karya Patung Edhi Sunarso
Patung Yos Sudarso
Monumen Pahlawan Samudera Yos Sudarso di Surabaya

Karya Patung Edhi Sunarso
Monumen Panglima Besar Sudirman

Disamping Monumen-monumen diatas, Edhi Sunarso juga banyak berkarya seni dalam bentuk diorama yang anda bisa lihat daftarnya dibawah.

Karya Diorama Edhi Sunarso:

  1. Diorama Sejarah Monumen Nasional di Jakarta
  2. Diorama Sejarah Museum Lubang Buaya di Jakarta
  3. Diorama Sejarah Museum Pancasila Sakti Lubang Buaya di Jakarta
  4. Diorama Sejarah Museum ABRI Satria Mandala di Jakarta
  5. Diorama Sejarah Museum Purbawisesa di Jakarta
  6. Diorama Sejarah Museum Jogya kembali di Yogyakarta
  7. Diorama Sejarah Museum Keprajuritan Nasional, (TMII) di Jakarta
  8. Diorama Sejarah Museum Perhubungan (TMII) di Jakarta
  9. Diorama Sejarah Museum Tugu Pahlawan 10 November Surabaya
  10. Diorama Sejarah Museum Beteng Vredeburgh di Yogyakarta.
Selain itu Edhi Sunarso juga banyak memiliki karya-karya individual seperti yang pernah dipamerkan di Galeri Jogja. Berikut adalah karya patung Edhi Sunarso pada Pameran Tunggal Retrospeksi Edhi Sunarso diselenggarakan di Jogja Gallery, 14-24 Januari 2010. Edhi, menurut kurator Anusapati, adalah peletak dasar-dasar bagi seni patung modern Indonesia pada awal periode pertumbuhannya. Sebelum pembukaan pameran, pada hari yang sama, ISI Yogyakarta mengukuhkan pematung kawakan ini menjadi Empu Ageng Seni atas jasa-jasanya sebagai pelopor seni patung modern Indonesia.
Bagi Edhi Sunarso (68 tahun), ini merupakan pameran napak tilas perjalanannya sebagai seniman patung sejak tahun 1950 sampai sekarang ini. Dalam pameran ini dipajang juga empat lukisan realisnya.

Karya Patung Edhi Sunarso
Karya Patung Edhi Sunarso

Karya Patung Edhi Sunarso
Karya Patung Edhi Sunarso

Karya Patung Edhi Sunarso
Karya Patung Edhi Sunarso

Karya Patung Edhi Sunarso
Karya Patung Edhi Sunarso

Salam Senirupa

Biografi Edhi Sunarso dan karya patungnya

Posted by : almira cinta
Date :
With 0komentar

21 Karya Seni Patung dan Biografi Dolorosa Sinaga

|
Read More »
Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Kali ini Kami akan membagikan kepada anda semua 21 gambar foto karya seni patung dari pematung indonesia yang sudah sangat terkenal Dolorosa Sinaga, Sebenarnya para pematung dan atau seniman patung di Indonesia cukup banyak, tetapi keberadaan mereka kurang terekspos sehingga mereka terkadang lebih dikenal di luar negeri di bandingkan masyarakat Indonesia sendiri.
Dolorosa Sinaga adalah seorang seniman patung yang memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi. Karya-karya patungnya sangat ekspresif, mengingatkan  kita pada goresan kepedihan seniman Edward Munch, atau designer grafis yang berasal dari Jerman pada periode perang dunia pertama, Kaethe Kolwitz. Goresan, lekukan dan pahatan dari karya seni patung Dolorosa mengekspresikan kepedihan, sekaligus kekuatan dan ketegaran. meskipun demikian dalam karya seni patung dolorosa yang lain tampil pula beberapa patung dengan ekspresi cinta dan kelembutan seorang perempuan seperti dalam empat karyanya ibu dan anak.

Biografi :

Dolorosa Sinaga sendiri lahir Sibolga, Sumatera Utara pada 31 Oktober 1953. Awal cita-citanya bukan menjadi seorang pematung karena menjadi pematung harus memiliki daya juang dan kerja keras yang tinggi. Namun, sejak mengikuti pendidikan Seni Rupa di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Dolorosa mulai memberikan perhatian penuh pada karya seni Patung. Demi memperdalam ilmunya, Dolorosa kemudian melanjutkan pendidikannya di St. Martin's School of Art London, Inggris. Kemudian ia menambah pengetahuan di Karnarija Lubliyana, Yugoslavia dan di Piero's Art Foundry Berkeley, Amerika Serikat.
Media yang digunakan Dolorosa dalam pembuatan karya seni patungnya kini beralih ke perunggu. Alasannya, perunggu mempunyai kualitas yang dapat memukau dan permukaannya mengkilat. Didalam perunggu tersebut tersimpan nuansa karakter seorang perempuan. Di sisi lain perunggu memiliki kekuatan dan ketahanan yang cenderung sebagai karakter laki-laki. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa dalam karakter perunggu itu ada dua karakter yang bertentangan, tetapi tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, sebagaimana dalam kehidupan ini.
Beberapa karya seni patung Dolorosa tersebar di berbagai negara, seperti Gate of Harmony di Kuala lumpur, malaysia dan The Crisis yang ia buat pada tahun 1998 bertengger di kota Hue, Vietnam. Pekerjaan ini dilakukan ketika ia mendapatkan kepercayaan untuk mewakili Indonesia dalam Asean Squan Sculpture Symposium pada tahun 1987. selain itu karya seni Patungnya yang lain yaitu Monumen semangat angkatan '66 yang berdiri di daerah Kuningan, jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Dari aktifitas yang terus di geluti Dolorosa seniman Patung Indonesia, yang terus merenung dan menciptakan karya, berarti ia telah memberikan perhatian besar pada kelangsungan karya budaya. Perjuangan tersebut tidaklah sia-sia, karena ia sebagai pematung wanita yang terpilih sebagai salah satu orang yang mendapat penghargaan Citra Adhikarya Budaya.

Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga

Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Perempuan duduk menatap langit - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Balines 1 - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Balines 2 - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Dancer - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Dancer with Joy - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Diatas gunung - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Gamelang - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Gerak Harmoni - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Ibu dan Anak 1 - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Ibu dan Anak 2 - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga

Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Ibu dan Anak 3 - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga

Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Ibu dan Anak 4 - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga

Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Jazz Gunung - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Loves - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Me and My Book - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Me and My Chair - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Penari Rebana - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Rites of the night - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Solidaritas - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Studi of monument tsunami - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga
Survivors - Karya Seni Patung Dolorosa Sinaga


17 Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

|
Read More »
Karya Seni Patung Putu Sutawijaya
Karya  Seni Patung Putu Sutawijaya ini pernah dipamerkan dengan Tema Gesticulation pada tanggal 20 Februari sampai 10 Maret di Tahun 2011 yang silam di sangkrin art space,. dan admin membagikan  karya-karya tersebut di blog senirupa ini untuk menambah wawasan bagi dunia senirupa sekaligus sebagai bahan referensi dan pembelajaran dalam berkarya senirupa khususnya seni patung.
Nama Sangkring Art Space sendiri diambil dari nama leluhur Putu Sutawijaya yang berdiri sekitar pertengahan tahun 2007 dengan sebuah Misi Mempergelarkan dan mempertunjukan aneka rupa praktik seni, di mana perbedaan dan eksperimen kreativitas dihargai sama tinggi.

Berikut karya-karya Seni Patung Putu Sutawijaya yang bertema "Gesticulation" atau Gerak Isyarat Tangan.



Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Sudah semenjak awal karier kesenimanannya Putu Sutawijaya terus terobsesi dan bersitekun menyodorkan tubuh sebagai tanda-tanda melalui karya-karyanya. Tubuh-tubuh itu direpresentasikan dalam formasi tertentu, bergerak mengisi dan memenuhi ruang, yang kadang memperlihatkan pola tertentu, meskipun lebih sering menunjukkan kecenderungan acak. Kial atau gestur (gesture) menjadi salah sebuah komponen ekspresif utama Putu. Ia menjadi semacam kosakata, di samping postur, pose, gerak, arah, dan irama. Ketika representasi tubuh-tubuh itu keluar dari kanvas, masuk dan melintas ke dalam ruang tiga-dimensional, mereka seperti terlempar untuk mencari konteks-konteks pemaknaan yang berbeda, menggestikulasi diri tidak semata-mata mengikuti perubahan karakteristik materialnya.

Proses dan praktik badani memproduksi tanda-tanda melalui gestur bisa dengan jelas dianalogikan dengan tindakan memproduksi tanda-tanda lingual-akustik melalui seperangkat alat ucap. Jika yang terakhir ini biasa disebut sebagai artikulasi, maka yang sebelumnya dapat dinamakan sebagai gestikulasi (gesticulation). Di dalam gestikulasi segenap anggota badan –bukan hanya tangan, lengan, dan jemari– berubah menjadi wahana makna (vehicle of meanings), instrumen signifikasi. Para penari, aktor, dan pelaku-pelaku seni pertunjukan lainnya, niscaya menyadari hal ini ketika mereka berkomunikasi dengan dan mengekspresikan pesan tertentu kepada audiens melalui berbagai tanda gestural. Begitu pula di dalam ritual-ritual, entah yang bersifat keagamaan, kenegaraan, maupun praktik hidup sehari-hari dengan bermacam konteks situasional dan sosialnya.

Putu Sutawijaya, dengan karya-karya tiga-dimensional (patung dan instalasi) terbarunya, tetap bertahan dengan representasi tubuh dan gestikulasi, meskipun kali ini dia menawarkan konteks yang berbeda-beda demi mencapai pengucapan tertentu yang diinginkannya. “Agar tubuh-tubuh itu dapat berkisah,” ujarnya. Maka dari itu, gestukulasi tubuh-tubuh di dalam serangkaian karyanya ini menjadi lebih variatif dengan lontaran-lontaran gagasan di sekitar tegangan dan ketaksaan (ambiguity) yang menyelubungi proses-proses sejarah, kontinuitas dan diskontinuitas, tradisi dan perubahan, kepatuhan dan resistensi, juga masalah pendefinisian-ulang atas identitas-identitas kultural yang mapan. Putu Sutawijaya menyodorkan pertanyaan-pertanyaan kritisnya dengan kecenderungan gestikulasi yang keras namun rawan.

Kris Budiman, esais dan kritikus
http://www.sangkringartspace.net/?p=409
Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

17 Karya Seni Patung Putu Sutawijaya

Posted by : almira cinta
Date :
With 0komentar
← Prev
▲Top▲