Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Aliran Senirupa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aliran Senirupa. Tampilkan semua postingan

22 Karya Senirupa Trick Art

|
Read More »
Karya Senirupa Trick Art
Karya Senirupa Trick Art merupakan seni lukis dua dimensi dengan menggunakan ilusi visual sehingga terlihat seperti nyata (tiga dimensi). Senirupa Trick Art dapat dikategorikan sebagai seni yang memanfaatkan manipulasi daya pandang manusia yang sering disebut sebagai optical illusion. Dengan perpaduan warna, perspektif serta teknik pencahayaan yang detail terciptalah efek 3D mencengangkan yang terbentuk dari rangkaian lukisan pada objek datar.

Trick Art memanfaatkan tiga unsur utama dalam penciptaan ilusi penglihatan. Ilusi geometry yang mengacu pada konsep struktur benda, ilusi physiological yang merupakan proses antara otak dan mata serta ilusi yang mengedepankan rasa dan alasan yaitu ilusi psychology. Konflik antara tiga ilusi ini menciptakan sudut pandang, perasaan dan akirnya timbul apresiasi baru dan mengejutkan dalam melihat sebuah karya pada objek datar.

Trick Art sebagai wadah edutainment yang menyenangkan, mengundang partisipasi penuh para pengunjung untuk menyentuh dan memotret diri dengan karya-karya tersebut. Untuk dapat menikmati lukisan tiga dimensi, penikmat tidak hanya melihat, namun juga harus menyentuhnya, memotret, dan melihatnya dari sudut pandang tertentu. Pengunjung perlu mengambil jarak tertentu dengan lukisan, maka gambar akan terlihat tiga dimensi. Bila jarak tidak mencukpi, pengunjung dapat melihat dengan sebelah mata atau melalui lensa kamera.

Lukisan Aliran Trick Art pertama dibuat pada 1984 oleh seniman Jepang, Kazumune Kenju dengan lukisan mural dinding. Lukisan itu akhirnya dapat dinikmati masyarakat luas dan pada 1991 di Museum Trick Art yang berdiri untuk pertama kalinya di dunia.

Sebagai pencinta karya seni lukisan dari era Renaissance, pria asal Yamagata, Jepang bernama Kenju Kazumune memiliki impian yang besar terhadap apresiasi seni lukis. Setelah mendirikan S.D. Corporation pada tahun 1987 yang menaungi para seniman, ia berhasil mempopulerkan seni lukis dan menarik perhatian banyak orang hingga saat ini, sekitar 20 juta orang telah menikmati karya seni kumpulan S.D. Corporation.

Berikut 22 Karya Senirupa Aliran Trick Art :


Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Karya Senirupa Trick Art

Disadur dari berbagai sumber

22 Karya Senirupa Trick Art

Posted by : almira cinta
Date :
With 0komentar

Aliran Senirupa di Indonesia

|
Read More »
Aliran Senirupa di Indonesia
Disini admin hanya akan membagikan Aliran seni rupa yang bermunculan pada zaman modern khusus untuk yang berkembang di Indonesia. Sebelumnya saya sudah pernah membagikan tentang Gerakan atau Aliran Senirupa secara umum dimana tokoh dari para Aliran Senirupa tersebut berasal dari luar Indonesia. disitu juga kami juga menguraikan tentang penyebab munculnya gerakan aliran senirupa tersebut. Untuk lebih jelas dan mengetahui lebih detail sebab kemunculan dari Aliran tersebut ada baiknya anda membuka kembali posting kami yang berjudul Gerakan atau Aliran dalam senirupa.
Beragam aliran seni rupa yang berkembang di Eropa pun cukup populer di Indonesia. Aliran dalam seni rupa yang berkembang di Indonesia tersebut, di antaranya sebagai berikut.

1. Aliran Naturalisme.

Sebagaimana namanya yaitu Natural, melukiskan sesuatu yang nyata dan alami seperti tampak pada aslinya. Ciri lukisan Aliran ini mengambil objek keindahan alam. Sekumpulan pelukis aliran naturalis di Indonesia diawali adanya kelompok Moi Indie, antara lain Rudolf Bonnet, Le Mayeur, Locatelli, Abdullah Soerjo Soebroto, Basoeki Abdullah, Wakidi, dan R.M. Pirngadi.
Contoh-contoh karyanya banyak sekali kita temukan baik di dalam masyarakat umum ataupun di internet.
Aliran Senirupa di Indonesia
Lukisan Naturalis - Pemandangan Gunung dan Sawah

2. Aliran Realisme

Aliran senirupa yang kedua adalah Aliran Realisme. Tidak jauh berbeda dengan Aliran Naturalisme yaitu sama-sama menggambarkan  objeknya sesuai keadaan apa adanya, Namun perbedaan dengan aliran Realis adalah Seniman Realisme mengambil objek dari kehidupan sehari-hari yang benar-benar real dan tanpa ilusi. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.Perupa realis selalu berusaha menampilkan kehidupan sehari-hari dari karakter, suasana, dilema, dan objek tertentu.
Untuk lebih jelasnya silahkan anda amati karya dibawah ini dan bandingkan dengan karya Naturalisme diatas

Aliran Senirupa di Indonesia

Tokoh dari Aliran Realis ialah Trubus, S. Sudjojono, Agus Jaya Suminta, Dullah, Tarmizi, dan Suromo.

3. Aliran Romantisme

Aliran Romantisme yaitu ciri lukisan yang menggambarkan adegan dramatis serta kaya perpaduan warna kontras. Aliran Romantisme lebih banyak menampilkan tema-tema kehidupan dunia misteri, cerita roman, tema yang eksotik. Aliran Romantisme merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. melukiskan objek yang menyangkut perilaku kehidupan.Tentang perjuangan, tragedi, cinta kasih. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Tokoh aliran ini di Indonesia dipelopori oleh Raden Saleh.
Aliran Senirupa di Indonesia
Pemburu diserang Harimau karya lukisan Raden Saleh

4. Aliran Impressionisme

Aliran Impresionisme yaitu ciri lukisan bertemakan alam yang dibuat secara langsung dan cepat, berdasarkan kesan pencahayaan, garis, dan warna. Aliran Impressionisme merupakan aliran seni rupa yang lahir pada tahun 1874. Aliran ini mengutamakan kesan selintas dari suatu obyek yang dilukiskan. Kesan itu didapat dari bantuan sinar matahari yang merefleksi ke mata mereka. Mereka melukiskan dengan cepat karena perputaran matahari dari timur ke barat. Karena itulah dalam lukisan impressionisme obyek yang dihasilkan agak kabur dan tidak mendetail. Tokoh aliran ini ialah Zaini Kusnadi, Solichin serta Afandi pelukis maestro indonesia sebelum ber aliran ekspressionisme.

Aliran Senirupa di Indonesia
Perahu Karya Zaini

Aliran Senirupa di Indonesia
Karya Lukisan Aliran Impressionisme

5. Aliran Ekspressionisme

Aliran Senirupa selanjutnya yaitu Aliran Ekspresionisme, yaitu ciri lukisan yang penggambaran bentuknya cenderung menyimpang dari wujud aslinya. Ekspresionisme adalah aliran yang mengutamakan curahan batin secara bebas. Bebas dalam menggali obyek yang timbul dari dunia batin ! Imajinasi dan perasaan. Obyek-obyek yang dilukiskan antara lain kengerian, kekerasan, kemiskinan, kesedihan dan keinginan lain dibalik tingkah laku manusia. Lukisan ini merupakan hasil ungkapan perasaan pelukisnya yang dibuat secara spontan. Tokohnya paling terkenal di Indonesia ialah Affandi, serta pelukis ekspresionisme yang lain seperti Rusli, dan Srihadi Sudarsono juga termasuk Zaini dan Popo Iskandar. jika anda ingin melihat contoh karyanya silahkan menuju keposting tentang Affandi Pelukis Indonesia

6. Aliran Abstrak

Aliran Senirupa Abstrak, yaitu ciri lukisan hasil ungkapan batin pelukisnya dengan bentuk penggambaran objek yang tidak dikenali lagi (hanya pelukisnya yang tahu). Abstrak sendiri adalah salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan obyek dalam dunia asli, para senimannya hanya menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi porsinya. Hasilnya berupa komposisi garis,bidang,warna dan unsur-unsur lainya.
Tokoh aliran Abstrak di Indonesia adalah: Nashar, Fajar Sidik, Ahmad Sadali, Amri Yahya, Handrio, Hans Hartung, Zaini, dan A. D. Pirous.

Aliran Senirupa di Indonesia

Aliran Senirupa di Indonesia

7. Aliran Klasikisme

Aliran Klasikisme yaitu ciri lukisan yang penggambaran bentuknya dibuat sedemikian rupa (dengan penggayaan) sehingga terkesan indah dan elok. Tokoh aliran ini ialah Kartono Yudhokusumo dan Amri Yahya.

Aliran Senirupa di Indonesia
Adam dan Hawa Karya Kartono Yudhokusumo

8. Aliran Pointilisme

Aliran Pointilisme, yaitu ciri lukisan yang dibentuk dari kumpulan titik warna, dan jika dilihat dari jarak tertentu membentuk lukisan yang realistik, ekspresif, dan artistik. Pelukis aliran ini ialah Rijaman dan Keo Budi Harijanto.

Aliran Senirupa di Indonesia


9. Aliran Pop Art

Seni Pop atau Pop Art mula-mula berkemang di Amerika pada tahun 1956. nama aslinya adalah Popular Images. Seni ini muncul karena kejenuhan dengan seni tanpa obyek dan mengingatkan kita akan keadaaan sekeliling yang telah lama kita lupakan. Dalam mengambil obyek tidak memilih-milih, apa yang mereka jumpai dijadikan obyek.
Bahkan bisa saja mereka mengambil sepasang sandal disandarkan diatas rongsokan meja kemudian diatur sedemikian rupa dan akhirnya dipamerkan.
Kesan umum dari karya-karya Pop art menampilkan suasana sindiran, karikaturis, humor dan apa adanya.
Di Indonesia yang menganut aliran ini adalah seniman-seniman yang memproklamirkan diri :Kaum Seni Rupa Baru Indonesia”.

Aliran Senirupa di Indonesia


10. Aliran Optical Art 

Aliran Senirupa Optical Art disebut juga Retinal Art yaitu corak seni lukis yang penggambarannya merupakan susunan geometris dengan pengulangan yang teratur rapi, bisa seperti papan catur. Karya ini menarik perhatian karena warnanya yang cemerlang dan seakan mengecohkan mata dengan ilusi ruang. Tokoh corak ini salah satunya adalah AT Sitompul

Aliran Senirupa di Indonesia

11. Aliran Trick Art

Aliran Trick Art merupakan seni lukis dua dimensi dengan menggunakan ilusi visual sehingga terlihat seperti nyata (tiga dimensi). Lukisan sejenis ini pertama dibuat pada 1984 oleh seniman Jepang, Kazumune Kenju dengan lukisan mural dinding. Lukisan itu akhirnya dapat dinikmati masyarakat luas dan pada 1991 di Museum Trick Art yang berdiri untuk pertama kalinya di dunia.
Pameran Trick Art sendiri di Indonesia pernah diselenggarakan di Grand Indonesia, West Mall Lantai 5, yang berlangsung dari 2 Desember 2012 hingga 3 Februari 2013 baru baru ini.

Aliran Senirupa di Indonesia

Aliran Senirupa di Indonesia

Posted by : almira cinta
Date :
With 0komentar

Aliran Senirupa Neoklasikisme

|
Read More »
Aliran Senirupa Neoklasikisme

Neo Klasikisme

Sikap rasional dan ilmiah menjadi inspirasi bagi berkembangnya aliran Neo Klasikisme dalam seni rupa. Penggalian arkeologi kota Pompeii dan Herculaneum pada abad ke-18 mendorong munculnya minat terhadap nilai-nilai klasik masa lalu. Para seniman mendapat informasi baru tentang desain dan ornamentasi Klasik. Minat terhadap negara Romawi kuno memunculkan kembali pemikiran tentang sistem pemerintahan republik, yang dipandang sesuai dengan pemikiran politik pada waktu itu, yaitu masa Revolusi Perancis.
Aliran Senirupa Neo Klasikisme sendiri muncul pertama kali di Prancis yaitu Awal Revolusi Perancis pada sekitar tahun 1789, itulah yang menjadi titik akhir kekuasaan feodalisme di Perancis yang telah berpengaruh pada perkembangan kebudayaan di dunia. Revolusi Perancis tidak hanya merupakan perubahan tata politik, tata sosial, tetapi juga berpengaruh pada bidang kesenian. Salah satunya yaitu pengaruh raja atas perkembangan seni telah berakhir. Hal lain yang juga menguatkan ialah pengaruh gereja terhadap proses penciptaan seni telah melemah. Hubungan gereja dengan seniman tidak lagi terjalin kuat. Di samping itu, muncul pengelompokan dalam kehidupan budaya yaitu kelompok seniman, industriawan, ilmuwan, pekerja dan buruh pabrik.
Mengenai klasifikasi aliran Neo-Klasikisme dalam sejarah seni rupa, terdapat perbedaan pendapat diantara pada ahli. Kadang-kadang aliran Neo-Klasikisme dianggap sebagai bagian dari aliran Romantikisme. Namun pada dasarnya terdapat perbedaan di antara kedua aliran tersebut. 

1. Aliran Neo-Klasikisme di Perancis 

Di Perancis, aliran Neo-Klasikisme sangat berbeda dengan gaya Rokoko sebelumnya. Pada aliran Neo-Klasikisme kontur bentuk dipertegas dengan garis, sedangkan pada gaya Rokoko disembunyikan dalam goresan kuas. Tema yang diangkat juga lebih serius, dengan memusatkan pada mitologi klasik dan tema-tema kesejarahan. Pendekatan rasional memunculkan kembali pandangan estetika Poussin dan menolak pandangan sensualitas Rubens. 

a. Jacques-Louis David (1748-1825) 

David merupakan pelopor aliran Neo-Klasikisme di Perancis pada akhir abad ke-18. Ia bekerja pada Raja Louis XVI, namun karya-karyanya mencerminkan pandangan republikanisme. Ketika terjadi Revolusi Perancis David berperan aktif sekaligus dalam seni rupa dan politik. Setelah Napoleon mengubah pemerintahan republik menjadi kerajaan, David bekerja pada Napoleon dan mengembangkan gaya Neo-Klasik. Setelah Napoleon dikalahkan dan terjadi restorasi monarkhi di Perancis, David hidup dalam pengasingan di Brussels. Mengenai Biografi lengkap dan karya seni Jacques Louis David anda bisa lihat di url yang saya share.

b. Jean-Auguste-Dominique Ingres /(1780-1867) 

Ingres adalah murid David, yang menjadi tokoh Neo-Klasikisme di Perancis sampai pertengahan abad ke-19. Tidak seperti David, Ingres tidak mengabdikan diri pada pemerintahan Napoleon ataupun pemikiran republikanisme Revolusi Perancis. Jika anda ingin lebih mengetahu lebih detail dan melihat karya Jean Auguste Dominique Ingres silahkan keurl tersebut.

2. Neo-Klasikisme di Luar Perancis 

Selain di Perancis, aliran Neo-Klasik juga muncul di Inggris dan Amerika. Tokoh aliran Neo-Klasik di Inggris adalah Angelica Kauffman dan di Amerika, Thomas Jefferson. 

a. Angelica Kauffman (1741-1807) 

Kauffman adalah pelukis wanita kelahiran Swiss yang belajar di Itali dan kemudian menetap di London. Kauffman bersama-sama dengan Sir Jushua Reynolds mendirikan Royal Academy di Inggris. Kauffman banyak mengerjakan dekorasi untuk menghiasi interior Neo-Klasik yang didesain oleh Robert Adams. 

b. Thomas Jefferson (1743-1826) 

Thomas Jefferson adalah presiden Amerika Serikat yang ketiga dan sekaligus arsitek. Jefferson merancang bangunan dengan gaya Neo-Klasikisme. Selama menjabat menteri untuk Perancis pada tahun 1784 sampai 1789, ia belajar tentang seni bangun Eropa moderen dan seni bangun Romawi kuno. Ia merancang beberapa gedung pemerintah di Amerika, di antaranya gedung pemerintah pusat negara bagian Virginia (Virginia State Capitol) dan gedung Universitas Virginia.

Ciri Utama Aliran Neo Klasikisme

1) Aliran Senirupa Neoklasikisme sangat rasional dalam berkarya sesuai kaidah akademi;
2) Neoklasikisme juga menampilkan tema-tema cerita klasik sebagai cermin kehidupan bangsawan;
3) Neoklasikisme tidak menonjolkan peranan unsur pribadi dalam berkarya senirupa.

Aliran Senirupa Neoklasikisme

Posted by : almira cinta
Date :
With 0komentar

Senirupa Renaissance Atau Renesan

|
Read More »
Senirupa Renaissance Atau Renesan
Sebelumnya blog senirupa pernah membahas tentang gerakan dan aliran dalam senirupa, disitu admin memaparkan semua aliran yang admin tahu dalam dunia senirupa dan salah satunya adalah aliran senirupa Renesan atau Renaissance yang admin bahas hanya sebagian dari garis besarnya saja. Dan kali ini kami akan mencoba memaparkannya dengan lebih terperinci kepada anda semua.

Aliran Senirupa Renaissance Atau Renesan

Pada akhir abad kegelapan, Giotto (1266-1337) tampil berkarya dengan pendekatan yang berbeda dengan tokoh sebelumnya. Ia berkarya dengan menggunakan pandangan yang melepaskan diri dari tradisi ajaran Kristiani. Dengan ketajaman pengamatannya, Giotto mencoba untuk menggambarkan subject-matter dengan apa adanya. Ada semacam kekuatan manusiawi dalam melahirkan karya seni dalam diri Giotto. Sebagai seorang pencipta seni, ada kesan yang kuat, bahwa dirinya seakan-akan telah melahirkan kembali seni Yunani yang sudah berabad-abad terpendam itu. Setelah Giotto, bermunculan beberapa pendukung dan pengikutnya yang juga memperjuangkan jalan yang telah dirintis Giotto sebelumnya. Tokoh-tokoh inilah yang juga telah melintasi beberapa abad, akhirnya sampai pada akhir zaman Renesan itu. Renesan dengan kecenderungan mengungkapkan gaya seni naturalisme dengan kekuatan utama dalam menggunakan kaidah-kaidah seni klasik.

Pengertian dan Ciri Karya Seni Rupa Renesan

Kata Renesan (bahasa Perancis: Renaissance) dipungut dari kata Itali Rinascita (abad ke-16). Kata lainnya yang memiliki arti sama: rebirth (bahasa Inggris) yang artinya kelahiran kembali. Kata Itali, Rinascita, dipakai oleh Vassari (ahli sejarah) dalam bukunya Lives of The Painters (1550) untuk memberikan pengertian kelahiran kembali bentuk dn ide purba dalam karya seni Giotto. Para ahli kebudayaan modern menggunakan istilah ini sebagai gejala kebudayaan dari abad ke-15 dan 16 di Itali.
Ciri utama dari karya seni rupa Renaissance ini ialah gaya seni naturalisme. Seni naturalisme Renaissance merupakan kelahiran kembali nilai-nilai seni klasik, yang mencapai puncaknya sekitar tahun 1500-1527. Pusat gerakan Renesan adalah kota Florence berdasarkan pendapat ahli sejarah kesenian umum. Gerakan ini dikelompokkan ke dalam tiga periode perkembangan (Yudoseputro, 1987):
  1. Renesan Awal (sekitar tahun 1410-1500)
  2. Renesan Tinggi (sekitar tahun 1500-1527)
  3. Renesan Akhir (sekitar tahun 1527-1570)
Pembagian tiga periode Renesan itu didasari oleh adanya tiga kecenderungan karakteristik gaya (segi teknis dan estetis). Renesan awal memperlihatkan adanya gaya perintisan naturalisme yang belum sempurna. Renesan tinggi tampak menampilkan karya yang lebih idealistik dengan tingkat pencapaian teknik yang mapan. Pada Renesan akhir perkembangan mengalami penurunan kualitas ideal klasik, sebab idenya hanya berkisar pada peniruan gaya naturalisme lama.
Seniman periode kesatu: Mantegna dari Padua, Piero Della Fransesca dari Urbino, dan Giovanni Bellini dari Venesia. 
Seniman periode kedua: Leonardo da Vinci, dan Michelangelo dari Florence, diikuti oleh Raphael, Bramante (arsitek yang mendisain SDt. Peter – pusat kesenian Roma). Di Venesia dan Parma (disebut juga gaya Venesia) bekerja seniman Giovanni Bellini, Titian, Giorgione, dan Corregio. 
Seniman periode ketiga: golongan Manneriot (Manirisme). Seniman yang disebut pula oleh Janson (1989:207) sebagai the great masternya dari abad ini adalah Leonardo, Bramante, Michelangelo, Raphael, dan Titian.
Jika dianalisis beberapa karya seni rupa Renesan, tampak gerakan ini memiliki tujuan untuk:
a. menghidupkan kembali sebagai ideal seniman;
b. kebebasan pribadi, tetapi tetap karyanya sebagai reproduksi akurat dari bentuk luar dunia (alam).
Untuk mencapai tujuan kedua, yaitu meniru bentuk luar dunia secara akurat, dibutuhkan berbagai teknik melukis atau berkarya seni rupa. Pada masa ini ditemukan beberapa teknik penting untuk menghasilkan gaya kebentukan Naturalisme. Penemuan teknik tersebut ialah:
  1. Penemuan perspektif matematis untuk melukiskan bentuk dan ruang yang tiga dimensional ke dalam bidang datar (dua dimensional). Misalnya dalam melukiskan pemandangan alam, benda yang memiliki kepejalan, serta atmosfir diperlukan teknik perspektif yang rasional ini, yang jauh tampak jauh, dan yang dekat terkesan dekat pula. Benda yang pejal dan masif berkesan pejal dan masif pula.
  2. Untuk mempermudah melukis dengan teknik perspektif itu diperlukan media cat yang baik. Tampaknya penggunaan cat minyak pengganti tempera merupakan temuan yang mendukung pencapaian gelap terang dan kesan atmosfir suatu pandangan. Teknik cat minyak ini lebih memungkinkan pencapaian kesan adanya cahaya dan bayangan, serta nada warna. Pelukis Leonardo da Vinci terkenal dengan gayanya yang cukup baik dalam melukiskan kesan atmosfir (sfumato).
Tema seni Renesan atau Renaissance bersumber dari seni budaya Klasik Yunani dan Romawi purba. Namun dilihat dari keseluruhan karyanya bersifat pribadi (humanistis), misalnya pada karya seni lukis, seni patung, dan arsitektur. Tema yang lain misalnya tema lanskap (pemandangan alam), potret, dan tema- tema sekular.
Seniman Renesan atau Renaissance adalah seniman yang teguh pendirian dalam mengembangkan dan melestarikan seni klasik Yunani dan Romawi. Namun pada fase Renesan akhir (1527-1570), terlihat adanya kejenuhan dalam berkarya lukis dengan kaidah naturalisme. Ada kecenderungan seniman mengulang-ulang karya yang sudah ada, tanpa memperkayanya dengan imajinasi mereka. Hal inilah yang membuat gaya ini sebagai manirisme karena para pelukis hanya dengan meniru dan meniru tipe lukisan yang sudah ada (misalnya latar lanskap pada lukisan potret), tanpa membuat reka-rupa latar yang lain. Keahlian dalam hal teknis/cara-cara (manner) berkarya seni yang naturalistis sudah sangat baik.
Jika kita kaji seni rupa Renesan atau Renaissance, sebenarnya sudah merintis pemunculan individu dalam berkarya seni, dan melepaskan seni dari agama secara bertahap.
Hal ini ditegaskan oleh Soedarso Sp dalam buku Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern (2000:14): "Namun beberapa abad sesudah itulah para seniman betul-betul merupakan individu-individu yang bebas karena sesudah masa Renaissance mereka sekedar berganti tuan, dari menghambakan diri kepada gereja beralih kepada raja. Tentu saja pergantian tuan ini menimbulkan juga pergantian tema lukisan, dari menggambarkan cerita-cerita religius berubah jadi tema- tema kesukaan raja, khususnya raja-raja yang absolut. Misalnya adegan dari mitologi yang menggairahkan, yang cocok untuk menghias dinding-dinding istana. Tradisi seni klasik berlangsung berabad-abad tanpa perubahan orientasi dan tanpa perubahan idealisme yang berarti. Tidak ada pula ide- ide ataupun konsep-konsep baru dalam seni, yang ada hanyalah perbedaan- perbedaan obyek lukisan saja, yang ini melukiskan bidadari mandi, yang itu bidadari duduk, dan sebagainya."

Senirupa Renaissance Atau Renesan

Posted by : almira cinta
Date :
With 0komentar
← Prev
▲Top▲